Juni 2020, Kunjungan Wisman via Bandara Juanda Anjlok 99,57 Persen

Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik - (Youtube: PKL STIS 56)
Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik - (Youtube: PKL STIS 56)

JAKARTA/SURABAYA – Sektor pariwisata dalam negeri belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi virus corona. Per Juni 2020, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia merosot tajam 88,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta turun 2,06 persen daripada Mei 2020. Penurunan jumlah turis asing tergambar di sejumlah pintu masuk, termasuk Bandara Internasional Juanda.

Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (3/8) kemarin, jumlah penumpang di Bandara Juanda merosot 99,57 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara, kedatangan penumpang asing di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga turun tajam 99,52 persen, dan di Bandara Sam Ratulangi turun 96,80 persen.

Meski demikian, jika dibandingkan bulan Mei 2020, ada perbaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan. Di Bandara Juanda, jumlah penumpang naik 708,33 persen dibandingkan Mei, kemudian di Bandara Soekarno-Hatta naik 130,13 persen, sedangkan di Bandara Sam Ratulangi sayangnya tidak ada datanya.

“Bahwa wisman yang datang lewat Soekarno-Hatta di Juni dibandingkan Mei itu naik 130,13 persen, menunjukkan adanya relaksasi PSBB,” papar Kepala BPS, Suhariyanto. “Jumlah wisma mulai naik, tetapi posisinya masih jauh dari normal, karena pada Juni 2019 berjumlah 190 rubu, sekarang ini baru 9.100. Meski begitu, sudah ada relaksasi, mulai ada geliat wisman dan transportasi.”

Dilihat dari kebangsaan, dilansir dari Kompas, jumlah turis asing yang paling banyak mengunjungi Tanah Air berasal dari Timor Leste, sebesar 82.500 kunjungan dengan porsi 51,5 persen. Kemudian, disusul oleh wisatawan asal Malaysia sebesar 62.800 kunjungan atau sekitar 39,2 persen. “Kita perlu upaya yang keras untuk menarik wisman ke Indonesia, kunci pentingnya COVID-19 harus cepat berlalu dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” sambung Suhariyanto.

Perubahan kunjungan wisman secara bulanan dari beberapa negara juga tercatat naik. Kunjungan wisman dari Prancis naik 155,56 persen dibanding Mei 2020, Meksiko naik 66,67 persen, dan Selandia Baru naik 66,67 persen. Berdasarkan tahun kalender, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,08 juta orang atau menurun 59,96 persen dibanding Januari-Juli 2019.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*