Transisi New Normal, Penumpang di Bandara Juanda Berangsur Naik

Penumpang Bandara Juanda - republika.co.id
Penumpang Bandara Juanda - republika.co.id

JAKARTA/SURABAYA – Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota berakhir, jumlah penumpang penerbangan di bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I berangsur naik. Setidaknya, ada lima pelabuhan udara di bawah perseroan yang mengalami kenaikan penumpang, termasuk di Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, serta Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan.

Menurut data yang dirilis perusahaan pada Minggu (14/6) kemarin, seperti disalin dari Republika, ada 37.408 penumpang dengan 766 penerbangan di Bandara Juanda. Kemudian, di Makassar, ada 33.310 penumpang dengan 686 penumpang, sedangkan di Bandara Sepinggan ada 27.010 penumpang dengan 511 penerbangan. Dua bandara lainnya yang mengalami kenaikan adalah Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Data tersebut untuk periode 1 hingga 12 Juni 2020. Kami tentu mengantisipasi (kenaikan) ini dengan memastikan protokol kesehatan yang tetap dijalankan,” terang Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I, Handy Heryudithiawan. “Setidaknya terdapat tiga antisipasi utama yang dilakukan, yakni membuka lebih banyak layanan check-in counter setelah beberapa waktu yang lalu ditutup. Selanjutnya, layanan SCP dibuka penuh setelah beberapa peralatan diistirahatkan, serta pengoperasian penuh layanan pax aviation security dan customer service.”

Sementara itu, berdasarkan pantauan CNN Indonesia, sejak PSBB Surabaya berakhir pada 9 Juni2020, jumlah penumpang di Bandara Juanda meningkat hingga lebih dari 100 persen. Bukan hanya karena jumlah penerbangan di bandara tersebut terus bertambah, melainkan juga syarat untuk dapat menggunakan moda transportasi pesawat lebih mudah.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk melonggarkan aturan bagi masyarakat yang hendak bepergian dengan pesawat di masa new normal pandemi virus corona (COVID-19), yaitu tidak perlu mempunyai hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Calon penumpang hanya perlu menyertakan dokumen hasil tes cepat atau rapid test untuk penerbangan domestik. Sementara, penerbangan internasional tetap harus menyertakan hasil tes PCR.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*