Cegah COVID-19, Penerbangan Kotawaringin Timur ke Surabaya & Semarang Ditutup Sementara

Bandara H. Asan Sampit - inilah.com
Bandara H. Asan Sampit - inilah.com

KOTAWARINGIN – Penerbangan rute Surabaya (via Bandara Internasional Juanda) serta Semarang (via Bandara Internasional Ahmad Yani) dari Bandara H. Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, kabarnya akan ditiadakan untuk sementara waktu. Ini lantaran banyaknya masyarakat, di antaranya karyawan kebun dan pelaku usaha yang mudik ke dua daerah tersebut, yang dikatakan masih menjadi ‘zona hitam’ COVID-19.

“Lonjakan pemudik ini dikarenakan pada saat libur Idul Fitri lalu warga yang berasal dari Jawa tidak dapat mudik lantaran adanya larangan dari pemerintah karena pandemi, sehingga mereka baru menggantikannya kali ini,” ujar Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi, dilansir Mata Kalteng. “Sekarang mulai terlihat orang mudik mengganti mudik Idul Fitri kemarin.”

Pihaknya sendiri telah melakukan rapat dengan tim gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, dan akan berkoordinasi dengan pihak bandara terkait rencana penutupan sementara pada arus balik nanti. Tidak hanya itu, pihaknya juga berencana melakukan rapid test di bandara bagi warga yang baru datang dari luar daerah. Jika hasil rapid test banyak yang reaktif, bandara akan ditutup sementara waktu selama 14 hari.

Berbeda dengan Kotawaringin Timur, Bandara Iskandar Pangkalan Bun di Kotawaringin Barat, tetap akan beroperasi melayani penerbangan ke sejumlah daerah di tengah pandemi virus corona. Bandara ini sendiri kembali dibuka pada awal Juli 2020 lalu setelah sebelumnya sempat ditutup beberapa waktu. Untuk mencegah penularan virus, pihak bandara sudah menyiapkan ruang rapid test tersendiri.

“Tadi saya melihat dengan didampingi Kepala Bandara Iskandar, Danlanud Iskandar, dan Kepala Dinas Perhubungan Kobar. Alhamdulillah semuanya sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah, dikutip dari Borneo24. “Harapan kami, bagi masyarakat yang bepergian lewa udara, seyogyanya harus memahami dan mematuhi apa yang telah dianjurkan dalam protokol kesehatan.”

Walaupun aktivitas berjalan normal, imbuh Ahmadi, masyakarat wajib melakukan protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran virus corona. Sementara, mengenai rute penerbangan, untuk sementara itu, baru relasi Pangkalan Bun-Semarang dan Pangkalan Bun-Jakarta yang beroperasi. “Untuk yang lain, kita lihat perkembangannya,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*