Jakarta – Lion Air Group akhirnya memutuskan untuk menutup 7 rute yang dilayani oleh anak perusahaannya, Wings Air lantaran dinilai merugi. Salah satu alasan penutupan rute tersebut karena harga bahan bakar avtur yang dianggap sangat mahal dan tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan.

“Wings Air mulai 3 Oktober memang menutup tujuh rute itu sampai informasi lebih lanjut,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro di Jakarta, Minggu (29/9), seperti dilansir Antara.

Adapun 7 rute penerbangan Wings Air yang ditutup antara lain, Batam (BTH) – Tanjung Pinang (TNJ), Kepulauan Riau, Palu (PLW) – Morowali (MOH), Sulawesi Tengah, Palu (PLW) – Ampana (OJU), Sulawesi Tengah, Kupang (KOE) – Rote (RTI), Nusa Tenggara Timur, Manado (MDC) – Kao (KAZ), Maluku Utara, Manado (MDC) – Naha (NAH), Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dan Manado (MDC) – Melanguane (MNA), Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Lebih lanjut Danang menuturkan, alasan penutupan rute itu karena terkena dampak dari harga avtur yang tinggi, sehingga mengakibatkan biaya operasional penerbangan jadi membengkak. Biaya operasional yang tinggi tersebut akhirnya mempengaruhi harga tiket pesawat Wings Air. “Besarnya biaya operasional ini, pada akhirnya berpengaruh pada harga tiket Wings Air yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat setempat terhadap harga jual tersebut,” ujar Danang.

“Walaupun memang statusnya tidak melebihi tarif batas atas, katakanlah tarif batas atas Rp1.000, kita biasa jual Rp300-400, tapi karena ada kenaikan jadi Rp600-700, ini menyebabkan keterisian enggak optimal,” sambung Danang.

Tingkat keterisian atau load factor untuk sejumlah rute tersebut katanya hanya di bahwa 50%. Oleh sebab itu, dari Wings Air terus merugi, Lion Air Group pun memutuskan untuk menurut ketujuh rute tersebut sampai harga avtur bisa kembali normal. “Di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, avtur terjangkau mampu menciptakan dan mempengaruhi harga biaya operasional dan harga jual terjangkau terkait dengan daya beli kedua pasarnya bagus,” beber Danang.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *