Belajar dari Hantaman Pandemi, AP I Bakal Kembangkan Portofolio Bisnis Baru

Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com

Jakarta – Pandemi virus corona (Covid-19) telah menekan banyak sektor industri, termasuk industri penerbangan. Oleh sebab itu, PT Angkasa Pura (AP) I berupaya untuk memutar otak supaya tetap memperoleh pendapatan di tengah pandemi seperti saat ini. Salah satu upayanya dengan menjajaki diversifikasi usaha.

“Kondisi sulit saat ini membuat kita berpikir keras untuk mencari-cari inovasi baru,” ungkap Direktur Utama AP I, Faik Fahmi di Jakarta, Kamis (25/6), seperti dilansir Wartaekonomi. Ke depannya, perseroan tak akan lagi mengandalkan pendapatan hanya dari trafik penumpang dan pergerakan pesawat. Tetapi juga membangun portofolio bisnis yang lebih beragam supaya dapat mengurangi ketergantungan terhadap trafik penumpang dan pesawat.

“Pelajaran dari kondisi ini bahwa bisnis kita ke depan tidak bisa lagi bergantung pada jumlah trafik penerbangan maupun jumlah trafik penumpang yang datang ke bandara kita,” jelas Faik.

Lebih lanjut Faik mengungkapkan, akibat pandemi corona jumlah penumpang pesawat di 15 bandar udara kelolaan AP I turun drastis. Periode paling parah adalah bulan April-Mei 2020 yang mengalami penurunan hingga 92%. Bila pada bulan-bulan sebelumnya penumpang di bandara AP I bisa mencapai 8 juta, maka sepanjang Mei 2020 jumlah penumpang hanya 76 ribu orang.

“Sampai 21 Juni ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu penurunannya 35%. Namun, mulai terasa signifikan penurunannya di April-Mei sudah sampai di 92%,” papar Faik.

Meski demikian, AP I berupaya untuk terus mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia dengan disediakannya Galeri UMKM di beberapa bandara kelolaannya. “AP I berupaya meningkatkan kelas produk-produk UMKM lokal dengan melibatkan para pelaku UMKM di galeri-galeri UMKM di bandara sehingga dapat meningkatkan peluang produk mereka diperkenalkan ke penumpang pesawat, baik domestik maupun internasional,” ungkap Faik.

Terdapat galeri cukup besar di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo seluas 1.513 m2 yang menggaet sekitar 300-600 UMKM lokal Jogja dan sekitarnya. “Ada galeri UMKM di YIA bernama Pasar Kota Gede yang juga merupakan area khusus UMKM terbesar di Indonesia. Pasar Kota Gede di YIA melibatkan tidak hanya pelaku UMKM di Yogyakarta, tapi juga Magelang, Purworejo, Klaten, dan daerah lain di Jawa Tengah,” ucap Faik.

Sedangkan di Bandara Ahmad Yani luasnya 120 m2 di exhibition hall lantai 1 terminal penumpang. Galeri UMKM di Ahmad Yani tersebut buka sejak 05.00-22.00 WIB dan menghadirkan 70 UMKM dengan 748 jenis produk.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*