Pandemi Covid-19 Bikin Proyek Pengembangan Bandara Juanda Molor

Direktur Utama AP I Faik Fahmi - indonesiaraya.co.id

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I terpaksa melakukan penyesuaian jadwal penyelesaian 4 proyek strategis pengembangan bandar udara yang menjadi prioritas kegiatan AP I sepanjang tahun 2020. Hal ini dilakukan akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang sedang melanda Indonesia.

Menurut Direktur Utama AP I Faik Fahmi, proyek yang terdampak penjadwalan ulang adalah pengembangan kapasitas penumpang di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Proyek itu rencananya akan dirampungkan pada Mei 2020 guna mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.

“Kami tetap akan menyelesaikan, tapi ada proses penjadwalan ulang. Pada masa pandemi ini, persoalan utamanya adalah kami harus tetap bisa menjaga cashflow,” ungkap Faik, Rabu (13/5), seperti dilansir Bisnis. Faik menjelaskan, selama ini pergerakan penumpang di Bandara Juanda telah melampaui jumlah kapasitas. Tetapi, karena adanya pandemi ini maka pengembangan terminal baru diperkirakan akan rampung pada Desember 2020 mendatang.

Proyek AP I yang terdampak berikutnya adalah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. AP I berencana menambah kapasitas penumpang bandara dari 7 juta per tahun jadi 15 juta per tahun atau mengalami kenaikan 47% dari kapasitas semula.

Apabila mengacu pada rencana kerja perusahaan, proyek pengembangan Bandara Hasanuddin Makassar seharusnya selesai akhir tahun 2020. Tetapi, karena adanya wabah maka pengerjaan pengembangan fisik pun dihentikan untuk sementara waktu dan bandara tersebut baru diperkirakan selesai pada pertengahan tahun 2021.

Penjadwalan ulang proyek pun akan diberlakukan untuk pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado yang termasuk dalam kawasan destinasi super prioritas pariwisata. Penyelesaian proyek itu mundur dari target awal September 2020 jadi Desember 2020. “Kemudian untuk Bandara Internasional Pattimura Ambon yang semula akan selesai Maret 2020, ada beberapa pekerjaan kami freeze dan selesai Agustus 2020,” beber Faik.

Pada agenda kegiatan 2020, AP I sedianya mempunyai 7 proyek strategis pengembangan bandara, meliputi Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Internasional Pattimura Ambon, Bandara Internasional Yogyakarya (YIA), Bandara Internasional Lombok, dan Bandra El Tari Kupang.

Sampai saat ini AP I sudah menyelesaikan pengembangan Bandara El Tari Kupang dan YIA. Sementara itu, pengembangan Bandara Internasional Lombok diprediksi akan sesuai jadwal, yaitu selesai pada Desember 2020 untuk mendukung gelaran Moto GP di Mandalika tahun berikutnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*