Peluncuran Rebranding Holding Hotel BUMN Dijadwalkan pada Kuartal II 2021

Logo PT Angkasa Pura - www.infopenerbangan.com
Logo PT Angkasa Pura - www.infopenerbangan.com

Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menggabungkan hotel-hotel milik perusahaan pemerintah dalam satu wadah holding hotel BUMN. Peluncuran rebranding holding hotel BUMN tersebut diharapkan bisa terwujud pada kuartal kedua tahun 2021 ini.

Menurut Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN Iswandi Said, holding hotel BUMN sudah terbentuk pada akhir tahun lalu yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian komitmen jual beli saham serta perjanjian komitmen jual beli aset antara anak usaha PT Wijaya Karya (Persero), Wika Realty, dengan masing-masing anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero), PT Aero Wisata; anak usaha Pertamina, PT Patra Jasa; dan PT Hotel Indonesia Natour (Persero) menandatangani perjanjian komitmen jual beli saham serta perjanjian komitmen jual beli aset Wika Realty dengan PT Pegadaian.

“Kesepakatan (holding hotel) sudah terjadi pada 29 Desember kemarin, sudah tandatangan,” kata Iswandi di Jakarta, Kamis (4/2), seperti dilansir Republika. Ia menambahkan, holding hotel BUMN terdiri dari 2 bentuk holding, yaitu holding ownership oleh Wika Realty yang fokus dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur hotel dan holding operatorship yang oleh HIN yang fokus pada operasional hotel.

HIN menunjuk anak usaha, yaitu Hotel Indonesia Group (HIG) sebagai operator holding operatorship. Sedangkan HIN akan fokus pada holding pariwisata bersama Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, AirNav, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, Sarinah, dan ITDC. “HIG sudah terbentuk, artinya sudah beroperasi, namun hotel-hotel yang bergabung secara bertahap akan dioperasikan,” beber Iswandi.

HIG sendiri kini sudah mengoperasikan sekitar 20 hotel milik BUMN. Sedangkan hotel lain akan bergabung usai proses penggabungan aset pada Wika Realty rampung bulan April atau Mei 2021. Kelak, HIG akan mengelola 106 hotel BUMN yang menjadi anggota holding hotel BUMN sebagai jaringan hotel Indonesia. “Resminya HIG sudah mengoperasikan hotel-hotelnya HIN dan hotel-hotel yang sudah masuk dalam holding hotel BUMN,” ungkapnya.

Pembentukan holding hotel BUMN adalah langkah antisipasi dalam menghadapi situs pasca-pandemi Covid-19. Industri hotel BUMN diharapkan dapat berkontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional lewat sektor perhotelan. “Kita harus optimistis setelah pandemi jangan sampai hotel kita lama bangkitnya,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*