Meski Imlek Sepi, AP I Targetkan Layani 6 Juta Penumpang pada Kuartal I 2021

Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com
Handy Heryudhitiawan, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura (AP) I - banjarmasin.tribunnews.com

Jakarta – Selama libur panjang Imlek mulai tanggal 12-14 Februari 2021, PT Angkasa Pura I mencatat terdapat 180.467 pergerakan penumpang di 15 bandar udara kelolaannya. Jumlah tersebut mengalami penurunan mencapai 66% apabila dibandingkan dengan periode libur panjang Imlek tahun 2020 lalu yang bisa menembus angka 541.798 penumpang.

“Penurunan ini selain diakibatkan oleh kebijakan PPKM yang berlaku di Jawa Bali juga karena telah memasuki periode low season,” kata VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan, Selasa (16/2), seperti dilansir Bisnis.

Namun demikian, dengan melihat tren pergerakan penumpang pada kondisi low season serta dengan masih diberlakukannya sejumlah kebijakan yang memengaruhi perjalanan penumpang pada masa pandemi virus corona (Covid-19), Angkasa Pura I memperkirakan masih bisa melayani hingga 6 juta penumpang pada kuartal I 2021.

Dalam menghadapi kuartal I 2021, Angkasa Pura I secara jangka pendek akan menopang kinerja bisnis lewat pendirian Angkasa Pura I Health Center, memanfaatkan lahan tidak terpakai, dan sinergi anak perusahaan sebagai kendaraan untuk memperluas portofolio bisnis perusahaan.

Angkasa Pura I Health Center sendiri dirancang untuk menjadi layanan one stop fasilitas kesehatan di bandara. Pelayanan itu meliputi vaksinasi, tes Covid-19, penyediaan APD, apotek, dan layanan konsultasi dokter. Sebaliknya, sebagian lahan tidak terpakai yang dimiliki perusahaan nantinya akan dikembangkan jadi activity theme park dan sebagian lagi akan dimanfaatkan untuk mendukung Program Food Estate atau lumbung pangan dari pemerintah. 

“Adapun pengembangan portofolio bisnis anak perusahaan mencakup inovasi layanan catering, layanan hospitality premium di bandara, pusat sertifikasi kesehatan [health certification center], creative merchandising, penyewaan area, dan collaborative logistic,” beber Handy.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto mengakui bahwa sulit untuk meramalkan strategi yang tepat untuk maskapai dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang. “Kalau dari statistik kan memang semua sudah tahu ya, nggak ada peak season. Kami tunggu sampai dengan vaksinasi massal selesai dan penularan Covid juga selesai,” tandas Bayu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*