Bandara Juanda Bakal Jadi Pintu Masuk Baru Perjalanan Luar Negeri

Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi - rri.co.id
Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi - rri.co.id

JAKARTA/SURABAYA – Untuk mengantisipasi lonjakan PPLN (pelaku perjalanan luar negeri) atau yang pulang ke Indonesia, pemerintah dikabarkan akan menyiapkan Bandara Juanda sebagai salah satu pintu masuk baru kedatangan internasional. Sebelumnya, pintu masuk Indonesia hanya melalui dua bandara, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Sam Ratulangi.

“Kepala BNPB sudah menyatakan kesiapan Bandara Juanda sebagai pintu masuk baru bagi PPLN yang akan pulang ke Tanah Air,” terang Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, lewat YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/12) kemarin. “Untuk mengantisipasi melonjaknya PPLN yang tiba di Indonesia, pemerintah juga akan menyiapkan tempat atau wisma karantina baru agar kepulangan mereka tetap kondusif sesuai protokol yang ada.”

Ia melanjutkan, pemerintah akan menambah waktu karantina pelaku perjalanan luar negeri dari 10 hari menjadi 14 hari. Kebijakan penambahan durasi karantina akan diberlakukan kalau terjadi peningkatan kasus infeksi Omicron yang signifikan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. “Pemerintah terus memantau perkembangan penyebaran Omicron setiap minggunya,” tambah Luhut.

“Kami meminta masyarakat bekerja sama mengantisipasi lonjakan virus corona dan diharapkan semua pihak agar tidak mengarang informasi yang belum valid kebenarannya,” sambung Luhut. “Kami sudah minta Polda Metro Jaya melakukan razia di lapangan terbang Soekarno-Hatta yang ternyata banyak yang membuat sebaran video itu banyak yang belanja ke luar negeri, shopping tidak mau karantina di hotel, padahal bisa.”

Sebelumnya, beredar video ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang sebagian besar adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) telantar di Bandara Soekarno-Hatta untuk mengantre masuk karantina yang disediakan pemerintah di sejumlah wisma. Dilansir dari Detik, video itu lantas dinarasikan mereka diwajibkan karantina mandiri di hotel dengan biaya sendiri, yang bisa mencapai angka Rp19 juta.

“Jadi untuk yang WNI membludak kemarin itu, saat ini sudah kondusif. Kemarin memang sedang persiapan dan semua sudah berjalan normal. Untuk para warga itu yang menunggu, memang kami sedang cek kesiapan tempat karantinanya,” terang Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko. “Sekarang semuanya sudah masuk ke tempat karantina.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*