Tangerang – Pasca aksi teror bom di kawasan Sarinah, Jakarta, pengawasan ketat di Bandara Soekarno Hatta masih belum diperlonggar. Pihak Bandara Soetta juga mengatakan tak ada lonjakan penumpang WNA (Warga Negara Asing) yang keluar dari Indonesia melalui Bandara Soetta setelah insiden tersebut terjadi.
“Sejauh ini tidak terjadi peningkatan penumpang yang keluar. Penerbangan keberangkatan luar negeri masih normal. Adapun kepadatan lalu lintas menuju bandara itu bukan karena teror bom, tapi karena macet,” jelas Zulfahmi, Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kemarin (17/1).
Dari keterangan Zulfahmi, diketahui bahwa pihak Bandara Soetta telah melakukan beberapa tindakan peningkatan keamanan, diantaranya dengan memeriksa kendaraan maupun penumpang secara acak dan memaksimalkan penggunaan alat-alat pengamanan yang ada di Bandara.
“Antara lain x-ray, walkthrough, handheld, dan explosive metal detector. Kemudian roadblock barrier, mirror detector, bomb disposal container, body inspection machine, utility car yang dilengkapi dengan bomb blanket, CCTV, dan sejumlah kendaraan patroli,” sebutnya.
Berbagai fasilitas tersebut telah disebar mulai titik masuk hingga menuju ke pesawat. Terutama dipusatkan pada titik keramaian atau titik kumpul penumpang.
“Begitu juga sebaliknya pada saat penumpang tiba di bandara, pengecekan juga akan dilakukan dengan sama ketatnya. Namun tetap, tanpa mengurangi kenyamanan si penumpang,” kata Zulfahmi.
Terkait klaim ISIS sebagai dalang teror tersebut, Zulfahmi menerangkan bahwa pihaknya belum menerima mandat untuk melakukan pemeriksaan khusus pada warga negara asal Timur Tengah, terutama Suriah dan Irak.
“Belum ada perintah untuk pengawasan terhadap warga Timur Tengah, yang biasanya selama ini kalau ada WNA yang diduga teroris langsung dijemput tim Densus di Bandara,” tegasnya.