Angkasa Pura I Bangun Proyek Bandara Pakai Pembiayaan Mandiri

Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com
Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com

Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) mengungkapkan bahwa pihaknya membangun dan mengembangkan bandara-bandara, baik bandar udara yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun yang tidak termasuk, menggunakan pembiayaan mandiri, baik dengan kas internal atau penerbitan obligasi perusahaan.

Hal tersebut rupanya dilakukan oleh Angkasa Pura Airports sebagai salah satu wujud dedikasi perusahaan untuk berkontribusi membangun negeri tanpa membebani keuangan negara. Pada tahun 2017, pemerintah telah menetapkan 3 bandara kelolaan AP I menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional dari total 8 proyek pembangunan dan revitalisasi bandara. Kedelapan bandara itu dibagi jadi 2 bagian, yakni proyek pembangunan bandara dan proyek revitalisasi bandara.

Tiga bandara yang termasuk dalam PSN adalah pembangunan bandara baru Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, pengembangan Terminal Baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan pengembangan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Ketiganya telah rampung dibangun dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Sebagai wujud dedikasi kepada negara dalam merealisasikan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan infrastruktur bandara, Angkasa Pura Airports membangun dan mengembangkan bandara-bandara kelolaannya melalui pembiayaan mandiri tanpa membebani keuangan negara. Pembiayaan mandiri yang dimaksud yaitu melalui penggunaan kas internal maupun penerbitan obligasi perusahaan. Selain itu, Angkasa Pura Airports juga senantiasa siap menerima penugasan untuk mengelola dan mengembangkan bandara-bandara yang sebelumnya dikelola oleh Pemerintah,” kata Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi, seperti dilansir Okezone.

Kemudian pengembangan bandara lain yang telah dan terus dilakukan adalah perluasan terminal Bandara Adi Soemarmo Solo, pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, perluasan Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, Bandara El Tari Kupang, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Pattimura Ambon.

Adapun pembiayaan pengembangan bandara AP I bersumber dari obligasi perusahaan yang sudah diterbitkan pada Oktober 2016 lewat skema Penawaran Umum “Obligasi I Angkasa Pura Airports dan Sukuk Ijarah I Angkasa Pura Airports Tahun 2016” dengan total nilai yang ditawarkan pada masyarakat sebesar Rp3 triliun, pendanaan berupa pinjaman dari bank dan lembaga keuangan non-bank dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp5 triliun pada Desember 2018 lalu, serta pendanaan lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*