Jakarta – Pemerintah memastikan bahwa nantinya PT Angkasa Pura (AP) I ke depannya akan menjadi operator Bandara Kediri, Jawa Timur yang rencananya dibangun oleh PT Gudang Garam Tbk. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak AP I.

“Kalau Kediri saya (AP I) nanti sebagai operator, konsepnya KSO (kerja sama operasi),” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi setelah menghadiri rapat pembangunan Bandara Kediri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa (23/7), seperti dilansir Detik.

Akan tetapi, Faik mengaku bahwa pihaknya sampai saat ini masih belum mengetahui kapan dimulainya groundbreaking dan proses pembangunan bandar udara tersebut. “Belum ada (pembahasan mengenai groundbreaking dan pembangunan). Tadi nggak bahas itu sama sekali,” ucap Faik.

Sementara itu, rapat yang dihadiri oleh Faik dan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ini lebih kepada pembahasan terkait penyediaan lahan. Pasalnya masih ada beberapa lahan yang masih belum rampung proses pembebasannya. “Tadi bahas persoalan lahan saja. Belum (semua lahan yang telah dibebaskan), masih ada yang belum. Ini semua kan butuh waktu dan proses ya,” ungkap Faik.

Bandara Kediri nantinya direncanakan akan mempunyai luas sekitar 457 hektare. Sementara itu, berdasarkan data dari pemerintah daerah, masih terdapat sekitar 25-30 hektare lahan yang belum dibebaskan. Sayangnya ketika ditanyai mengenai alasan belum rampungnya pembebasan lahan, Faik enggan untuk menjawab. Menurutnya pihak Gudang Garam yang lebih berwenang untuk menjelaskan. “Tanya ke Gudang Garam karena saya enggak tahu karena kan saya urusan sebagai operator aja,” tuturnya.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Arie Yuriwin menambahkan, saat ini sudah ada beberapa tanah yang telah dibebaskan untuk pembangunan Bandara Kediri. “Sudah (lahannya sudah dibebaskan). Saya enggak hafal sekitar 400 hektare (ha). Lokasinya saya enggak tahu persis tapi di Kabupaten Kediri,” jelasnya.

Rencana pembangunan Bandara Kediri pun termasuk dalam proyeksi strategis nasional. Pasalnya, pada tahun 2020 Bandara Internasional Juanda Surabaya telah melebihi kapasitas atau overload. Adapun untuk proses pembangunan Bandara Kediri diperkirakan nilai investasi yang dibutuhkan berkisar antara Rp 1 triliun sampai Rp 10 triliun.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *