Dukung Produk Lokal, Angkasa Pura I Bangun Galeri UMKM di 13 Bandara

Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura I - bisnis.tempo.co
Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura I - bisnis.tempo.co

Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) berkomitmen untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program. Salah satu upaya yang dilakukan oleh AP I adalah dengan membuka galeri UMKM di 13 bandar udara yang berada di bawah pengelolaan AP I. Galeri UMKM tersebut disediakan untuk membantu produk-produk buatan lokal dijual ke penumpang bandara dan bisa naik kelas di masa pandemi virus corona (Covid-19) seperti sekarang.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan bahwa 13 galeri UMKM tersebut mempunyai konsep kedaerahan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Adapun total luasan galeri UMKM yang disediakan AP I mencapai 2.312 meter persegi yang akan melibatkan 650 pelaku usaha UMKM.

“Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen dan konsisten dalam meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan kunci bagi keberlanjutan bisnis, di mana para pemangku kepentingan mendapat manfaat dari keberlangsungan bisnis perusahaan,” jelas Faik, seperti dilansir Bisnis.

“Melalui Galeri UMKM di bandara ini, para UMKM yang berada di wilayah bandara Angkasa Pura I memiliki kesempatan untuk memanfaatkan galeri tersebut sehingga meningkatkan peluang produk-produk mereka dapat diperkenalkan dan dipasarkan ke penumpang pesawat,” imbuh Faik.

AP I sendiri memang sudah menyiapkan 13 konsep Galeri UMKM di 13 bandara kelolaannya. Misalnya, Galeri UMKM Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengusung konsep Peken Tenten atau Summer in Bali, Galeri UMKM Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin mengusung konsep Pasar Terapung, Galeri UMKM Bandara El Tari Kupang mengusung konsep Pasar Katemak, Galeri UMKM Bandara Juanda Surabaya mengusung konsep Pasar Suramadu, Galeri UMKM  Bandara Internasional Yogyakarta yang mengusung konsep Pasar Kota Gede, dan sebagainya.

Dari 13 galeri tersebut, 6 Galeri UMKM telah berdiri, yakni di Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Sentani Jayapura.

Sedangkan 7 Galeri UMKM yang masih dalam tahap pengembangan (fase 1 dan 2) antara lain, Galeri UMKM di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara El Tari Kupang, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Adisutjipto.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*