Angkasa Pura I Rugi Rp40 Miliar per Bulan Akibat Penerbangan ke China Ditutup

Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com
Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I - www.liputan6.com

Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I memperkirakan bahwa imbas dari penutupan penerbangan ke China telah membuat perseroan kehilangan potensi pendapatan hingga Rp40 miliar per bulan. AP I sendiri sudah mengoperasikan 35 penerbangan langsung per hari ke China lewat Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.

Menurut Direktur PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, penghentian penerbangan ke China telah membuat jumlah pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai turun hingga 7.800 orang per hari. Selain melalui Denpasar, AP I juga melayani rute penerbangan ke China lewat Bandara Sam Ratulangi di Manado. Tetapi, jumlah penurunannya tak sebesar Bali lantaran hanya bersifat penerbangan sewa.

“Secara finansial dampaknya per bulan sekitar Rp40 miliar dari tidak beroperasionalnya penerbangan ke China. Salah satu cara terbaik memang stakeholder dan yang terkait bisa mengintegrasikan aktivitas. Dibiarkan terlalu lama dampaknya nggak bagus,” beber Faik, Sabtu (22/2), seperti dilansir Bisnis.

Angkasa Pura I pun masih menyusun strategi lebih lanjut untuk mengantisipasi kerugian yang timbul karena merebaknya virus corona. Menurut Faik, kebijakan pemerintah dalam menghentikan sementara penerbangan ke China adalah untuk memastikan terjaganya tingkat kepercayaan wisatawan mancanegara (wisman) saat melakukan perjalanan ke Bali.

Dalam rangka mendukung hal tersebut, AP I akan berusaha meningkatkan trafik internasional di luar China dan menumbuhkan lagi perjalanan wisatawan domestik. Pihaknya juga sudah berkonsolidasi menawarkan daya tarik berupa harga tiket, yakni dengan memberi insentif potongan tarif pada penumpang maupun maskapai. Akan tetapi, untuk realisasinya masih bergantung pada arahan pemerintah pusat.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa insentif akibat penundaan telah final, tetapi akan diumumkan bersama menteri-menteri terkait. “Saya memang menambahkan apabila ada diskon yang dilakukan penerbangan dengan menurunkan avtur. Maka itu akan lebih maksimal, satu dua hari ini akan rapat dengan Menteri BUMN [Erick Thohir] dan Menteri ESDM [Arifin Tasrif] untuk rekomendasi harga avtur,” ucapnya.

Budi berpendapat, harga avtur yang kompetitif dan lebih baik dapat mendorong maskapai menurunkan harga tiket pesawat. Dengan demikian, kebijakan insentif juga akan signifikan dampaknya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*