Pasca Penerbangan Umrah Ditutup, Jumlah Penumpang di Bandara Juanda Anjlok

Penumpang Bandara Juanda - republika.co.id
Penumpang Bandara Juanda - republika.co.id

Sidoarjo – Setelah pemerintah Arab Saudi menutup sementara kedatangan jemaah umrah dari Indonesia, Bandara Internasional Juanda Surabaya sedikit sepi penumpang. Pasalnya, penyumbang terbesar penumpang di Bandara Juanda berasal dari perjalanan umroh.

Menurut Humas PT Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardi Hanggoro, rute penerbangan ke Jeddah dan Madinah dihentikan untuk sementara. Oleh sebab itu banyak jemaah umrah asal Indonesia yang gagal terbang menuju Tanah Suci. “Hal itu sesuai dengan kebijakan Arab Saudi terkait antisipasi virus corona,” kata Yuristo, seperti dilansir Jawapos.

Akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut, aktivitas penerbangan di Bandara Juanda pun terkena dampaknya. Jumlah penumpang internasional di Bandara Juanda pun mengalami penurunan. Pihak PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda mencatat penurunan sekitar 13% dari keseluruhan trafik perjalanan internasional di tahun 2018 lalu yang mencapai angka 20 juta penumpang. “Hal ini cukup dirasakan dengan adanya penurunan penumpang tersebut,” ujar Yuristo.

Pihak AP I Cabang Juanda pun sampai sekarang masih menanti hasil koordinasi antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi. Yuristo mengaku siap jika Arab Saudi kembali memberi akses terhadap para jemaah umrah asal Tanah Air. “Otomatis saat ini penerimaan pendapatan Bandara Juanda turut melemah,” tandasnya.

Tak cukup sampai di situ, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur juga dilaporkan turun pada Januari 2020 dibanding bulan Desember 2019. Penurunan terbesar ada pada turis asing asal Singapura, yaitu 40,52%.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardian, data di pintu masuk Bandara Juanda, jumlah kunjungan wisman asal Singapura sebesar 3.149 orang pada Januari 2020. “Kunjungan ini turun 40,52 persen,” kata Dadang, Selasa (3/3).

Penurunan kunjungan terbesar berikutnya adalah turis asal Thailand sebesar 30,79% dari 3939 menjadi 272 orang. Di peringkat ketiga adalah turis asal Malaysia yang anjlok 29,77% jadi 6.554 orang. “Wisatawan asal Jepang juga turun 19,30 persen, dari 430 menjadi 347 orang,” papar Dadang. Sedangkan kunjungan wisman asal China turun 10% dari 1.911 jadi 1.784 kunjungan.

Walaupun anjlok, Dadang memandang bahwa kondisi kunjungan wisman dibanding periode yang sama tahun 2019 lalu masih cukup bagus. Jika ditinjau secara years on years (YoY), naik 23,60% dari 13.792 kunjungan jadi 17.047 kunjungan. “Kalau akhir tahun memang banyak kunjungan wisatawan mancanegara di Jawa Timur, tapi kalau kita bandingkan bulan sebelumnya tentunya turun. Kalau kita lihat kondisi Januari tahun sebelumnya ini malah meningkat,” pungkas Dadang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*