Sumenep – Maskapai Wings Air lagi-lagi membatalkan penerbangan rute Surabaya-Sumenep dan sebaliknya pada Selasa (17/9) lantaran minimnya jumlah penumpang yang diangkut. Menurut laporan pihak pengelola Bandara Trunojoyo Sumenep, hanya 5 orang yang hari itu akan berangkat dengan pesawat Wings Air.

“Penerbangan hari ini terpaksa ‘cancel’ karena penumpangnya cuma 5 orang,” ujar Kepala Unit Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyanto, Selasa (17/9), seperti dilansir Beritajatim.

Wings Air diketahui melayani penerbangan rute Surabaya-Sumenep pergi pulang (PP) dengan pesawat jenis ATR 72. Penerbangan Surabaya-Sumenep ini dilayani oleh Wings Air dengan jadwal 1 kali penerbangan setiap hari. “Tetapi pada kenyataannya, seringkali terjadi penerbangan di-cancel karena jumlah penumpang di bawah 10 orang. Ya wajar lah. Pihak maskapai tentu saja harus berhitung biaya operasional. Mana ada perusahaan yang mau merugi?” ungkap Indra.

Lebih lanjut Indra mengakui bahwa jumlah penumpang pesawat Wings Air rute Surabaya-Sumenep PP memang tergolong minim. Dalam sekali penerbangan, tingkat load factor atau keterisian kursi hanya mencapai 40% dari kapasitas keseluruhan yang mencapai 72 orang. “Bahkan beberapa kali di bawah itu, sehingga penerbangan harus di-cancel. Kami tentu saja berharap agar penumpang bisa terus bertambah. Kalau dua bulan ini trennya positif. Mulai ada kenaikan jumlah penumpang,” ucap Indra.

Harga tiket penerbangan rute Sumenep-Surabaya dan sebaliknya sendiri sebenarnya masih relatif terjangkau dan bersaing dengan moda-moda transportasi lainnya. “Harga termurah rute Sumenep – Surabaya itu hanya Rp180 ribu, sementara dari Surabaya – Sumenep cuma Rp249 ribu,” ungkap Airport Manager Bandara Trunojoyo, Bayu Kristanto saat promo bulan Maret 2019 lalu.

Menurut Bayu, harga tiket pesawat Wings Air itu hanya selisih biaya pajak saja antara Surabaya-Sumenep. Untuk harga normal, tiket rute Sumenep-Surabaya dibanderol Rp260 ribu per orang, sedangkan dari Surabaya ke Sumenep, lebih mahal, yakni Rp340 ribu per orang.

Guna meningkatkan jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara, pihak Bandara Trunojoyo pun berupaya untuk terus meningkatkan fasilitas pendukung, misalnya saja berkaitan dengan terminal penumpang. “Sekarang terminalnya sudah tidak seperti dulu. Belum lagi nanti kalau terminal baru yang masih dibangun ini selesai. Makin bagus bandara kita ini. Tinggal bagaimana supaya penumpangnya makin banyak,” tutur Indra.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *