Sidoarjo – Petugas Bea dan Cukai Juanda Surabaya di Sidoarjo Jawa Timur telah menyita 76 unit telepon genggam jenis iPhone 11 dari para penumpang pesawat di Bandara Internasional Juanda selama 2 minggu terakhir. Adapun barang-barang yang disita tersebut dibawa oleh para penumpang dari luar negeri.

“Para penumpang itu mengaku kalau barang yang dibawanya itu merupakan barang jasa titipan dari orang lain, sehingga tidak melalui aturan yang resmi,” jelas Kakanwil Bea Cukai Jatim I, Muhamad Purwantoro, Jumat (11/10), seperti dilansir Liputan6.

“Dengan dirilisnya seri iPhone terbaru dari Apple ternyata berdampak pada kenaikan upaya untuk memasukkan handphone tersebut lewat barang penumpang kedatangan internasional mengingat di Indonesia produk tersebut belum dirilis. Kondisi ini membuka peluang para pelaku jastip untuk meraup keuntungan dengan modus barang bawaan penumpang,” sambung Purwantoro.

Lebih lanjut Purwantoro menerangkan, sesuai dengan aturan setiap penumpang sebenarnya hanya diizinkan membawa barang dari luar negeri maksimal sebanyak 2 unit, dengan syarat harus melengkapi pajak yang berlaku. “Nah ini, kasusnya para penumpang itu membawa barang melebihi aturan yang berlaku, sehingga barang yang lebih itu dikuasai oleh negara,” ungkapnya.

iPhone 11 keluaran terbaru ini memang masih belum dirilis secara resmi di Indonesia, tetapi saat ini sudah banyak beredar di pasaran. “Harga persatuan telepon genggam ini jika dirupiahkan harganya sekitar Rp25 juta,” jelasnya.

Modus yang dilakukan oleh jastip tersebut pun bermacam-macam. “Ada yang dibawa langsung ke dalam saku pakaian atau ditaruh begitu saja di dalam koper. Namun tak sedikit, jastip ini memisahkan antara barang hp-nya dengan kemasannya sehingga antara hp dan kemasan dibawa oleh orang yang berbeda,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto mengimbau pada masyarakat supaya jangan terlalu percaya untuk memesan barang pada jasa titipan (jastip). “Apa yang kita lakukan ini telah sesuai dengan peraturan Permendag No. 38/M-DAG/PER/8/2013 dan Permenkominfo No. 18 Tahun 2014 di mana penumpang diperbolehkan hanya membawa barang smartphone atau handphone maksimal 2 unit per orang. Dan aturan di Bea Cukai yaitu PMK No. 203/PMK.04/2017 juga telah mengaturnya secara jelas. Sehingga bila ada penumpang yang membawa melebihi batas ketentuan maka akan dilakukan pencegahan oleh petugas Bea Cukai,” pungkasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *