Indonesia Bakal Buka Lagi Rute Penerbangan ke Arab Saudi

Persiapan Naik Pesawat - www.rp.gr
Persiapan Naik Pesawat - www.rp.gr

Jakarta – Rencana pemerintah Indonesia untuk membuka jalur hijau resiprokal dengan Singapura ternyata juga diikuti dengan negara lain seperti Arab Saudi. Hal ini diharapkan jadi sinyal positif berjalannya penerbangan rute internasional lintas negara mitra walaupun masih sebatas kesepakatan.

Menurut pemerhati penerbangan yang juga anggota Ombudsman RI Alvin Lie, Kementerian Luar Negeri saat ini masih menyusun detail aturan dan kriterianya kembali karena sejauh ini masih menjadi kesepakatan umum. Prioritas utama kebijakan ini juga bukan sembarang bisnis, namun bisnis penting dan kunjungan resmi pejabat.

Selain itu, dalam pembukaan jalur khusus ini juga masih perlu membahas prosedur protokol kesehatan yang harus dijalankan. Selain Singapura dan Arab Saudi, Jepang pun sebenarnya sudah mulai menerapkan pola itu, meski Indonesia tak masuk dalam daftarnya. 

“Pada prinsipnya semua negara ingin membuka kembali gerbang negaranya untuk warga negara sahabat, tetapi harus berhati-hati agar tidak menjadi celah meluasnya penularan Covid-19. Ini sebagai langkah positif ada niat negara untuk memulai buka perbatasannya secara bertahap,” kata Alvin, Senin (12/10), seperti dilansir Bisnis.

Ia juga berharap kesepakatan tersebut bisa segera direalisasikan, sehingga Indonesia juga dapat secara perlahan dan bertahap membuka gerbang perbatasannya. Kemudian, pemerintah juga perlu merevisi Permenkumham No. 11/2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

Terpisah, pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (JAPRI) Gerry Soedjatman menilai bahwa pembukaan rute penerbangan ke Arab Saudi cukup menarik karena mayoritas pasarnya merupakan wisata rohani dengan destinasi utama Mekah dan Madinah. Selain itu, juga dibutuhkan kegiatan yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura. “Dari segi airport health procedures sih saya rasa kita siap-siap saja untuk keberangkatan, tetapi faktor yang harus dipertimbangkan tidak hanya itu saja,” tuturnya.

Gerry berpendapat, dalam tahap pelaksanaan pembukaan wilayah memerlukan adanya langkah pengukuran kesehatan yang tepat dari sisi keberangkatan dan kedatangan. Prosedur dan persyaratannya pun tak akan jauh berbeda dengan syarat keberangkatan yang selama ini diterapkan untuk rute domestik di Indonesia.

“Sebagai negara yang tidak melakukan lockdown, jumlah kasus per juta penduduk di Indonesia memang tidak terlalu bagus tetapi juga tidak terlampau buruk. Namun, memang pembukaan harus dilakukan secara bertahap, mengingat Indonesia dan Singapura sama-sama menutup perbatasan bagi WNA. Pelonggaran bertahap diperlukan, khususnya bagi keperluan bisnis dan perdagangan,” tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*