Kargo Internasional AP I Anjlok, Bandara Juanda Paling Terdampak

Kargo Pesawat - en.wikipedia.org
Kargo Pesawat - en.wikipedia.org

JAKARTA – Tidak cuma jumlah penumpang yang mengalami penurunan, PT Angkasa Pura I juga harus menerima kenyataan bahwa kinerja pengiriman kargo internasional di bandara yang mereka kelola anjlok selama masa pandemi virus corona. Sepanjang April hingga September 2020, ketika wabah COVID-19 meluas, kargo internasional turun hingga 65 persen. Jika dihitung sejak Januari, penurunan mencapai angka 47 persen, dan yang paling terdampak adalah Bandara Internasional Juanda.

“Sepanjang 1 April sampai 30 September 2020, kami telah melayani kargo internasional hingga 14.217 ton atau turun 65 persen dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya, saat melayani sebanyak 40.762 ton melalui 13 bandara internasional yang kami kelola,” tutur Vice President Corporate Secretary AP I, Handy Heryudhitiawan, dilansir Bisnis. “Kondisi pandemi dan adanya aturan larangan sementara orang asing masuk ke Indonesia melalui Permenkumham No. 11/2020 turut memengaruhi arus lalu lintas kargo internasional.”

Handy menambahkan, jika dihitung sejak awal tahun, atau mulai 1 Januari hingga 30 September 2020, pihaknya telah melayani kargo hingga 33.411 ton, atau mengalami penurunan hingga 47 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019, yang melayani hingga 62.542 ton di 13 bandara internasional. Bandara Juanda menjadi bandara yang terdampak penurunan cukup besar, karena cuma melayani 12.279 ton atau melorot 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 24.444 ton.

PT Angkasa Pura I sendiri memiliki 13 bandara yang melayani kargo internasional. Bandara-bandara tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara El Tari Kupang, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Internasional Yogyakarta Kulonprogo.

Sebelumnya, pihak perusahaan menginformasikan bahwa sepanjang September kemarin, jumlah penumpang pesawat tercatat sebesar 1,85 juta orang, turun dari 1,96 juta penumpang pada Agustus 2020. Di saat trafik penumpang pesawat melorot, pergerakan pesawat per September naik tipis ditopang oleh tumbuhnya volume kargo. PT Angkasa Pura I mencatat pergerakan kargo naik 4,6%, yakni dari 35,4 ribu ton pada Agustus menjadi 37 ribu ton pada September.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*