SIDOARJO – Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda merayakan ulang tahunnya yang ke-55 pada Senin(12/8) kemarin. Untuk memperingati momen bersejarah ini, 8 pesawat jenis berbeda dari armada Puspenerbal melakukan penaburan bunga di sepanjang runway (landasan pacu) 10-28 Bandara Internasional Juanda.

Satu pesawat TB9 Tampico tampil sebagai pemimpin formasi, disusul satu pesawat Baron G 58, empat pesawat Bonanza G 36, satu pesawat Cassa NC 212, dan satu pesawat CN 235 sebagai penutup formasi.  Tabur bunga dilakukan dari dalam pesawat yang sedang konvoi memutari landasan pacu. Penerbangan komersial yang biasanya sibuk pun sepi, ikut menghormati ritual tersebut.

“Momen ini dirayakan berbeda dengan tahun sebelumnya karena untuk mengenang perjuangan para pendahulu membangun landasan dan pangkalan ini,” ujar Komandan Lanudal Juanda, Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana. “Lanudal Juanda sendiri merupakan enclave civil, yakni pangkalan militer yang juga digunakan kepentingan sipil, dalam hal ini Bandara Internasional Juanda.”

Ia melanjutkan, tepat 12 Agustus 55 tahun yang lalu, Lanudal Juanda, termasuk landasan pacu, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1944 untuk kepentingan pesawat-pesawat TNI AL dalam operasi militer perebutan kembali Irian Barat. Jadi, pada saat itu, hanya ada Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda.

Setelah acara tabur bunga, ibu-ibu Jalasenastri Cabang 3 Puspenerbal membagikan brosur tentang sejarah Lanudal Juanda di Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda kepada para penumpang yang akan berangkat ataupun yang baru datang. Tujuannya untuk menyosialisasikan dan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Lanudal Juanda merupakan ‘enclave civil’ atau pangkalan militer yang juga di pergunakan untuk kepentingan sipil, yakni Bandara Internasional Juanda.

Sebelum acara tabur bunga, pada Sabtu (10/8) kemarin, unit K-9 juga menunjukkan kebolehan mereka di hadapan penonton dalam menemukan sabu-sabu menggunakan bantuan anjing pelacak. Para penonton juga dihibur penampilan freestyle sepeda motor dari dua petugas Detasemen Pomal Lanudal Juanda.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *