Jakarta – Maskapai nasional Garuda Indonesia mengurangi dan menutup sejumlah rute penerbangan yang sepi penumpang seperti rute Jambi, Batam, Sulawesi Utara, dan wilayah timur lainnya. Pihak manajemen Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya untuk bertahan di tengah tekanan yang dialami di sektor penerbangan domestik.

“Kita mengalami [beban] berat, BUMN Garuda untuk bisa survive sedemikian dan kebutuhan ke daerah remote [terpencil] penting juga. Karena Garuda enggak hanya menjadi untung, di Halmahera, dan daerah-daerah lainnya, untuk bangun sinergi,” ujar Direktur Operasi Garuda, Bambang Adisurya Angkasa, Senin (25/11), seperti dilansir CNBC Indonesia.

“Contoh model Jakarta-Nias. Bupati Nias kasih jaminan untuk mendukung pariwisata di Sulawesi dan sedang menata untuk optimumkan pesawat-pesawat besar kita di bandara utama, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, [pesawat] berbadan besar [wide-body], agar kapasitas meningkat dan enggak nambah slot,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pesawat berbadan besar tersebut lain dengan tipe ATR yang biasa dipakai untuk bandara di wilayah terpencil atau remote. “Sekarang sedang konsolidasi dengan bupati untuk dapat kesepakatan, dan stakeholder untuk membantu,” ungkapnya. Nantinya pesawat-pesawat berbadan besar yang melayani rute ke Bali, Medan, Surabaya, Balikpapan, dan Ujung Pandang akan dihubungkan dengan pesawat kecil seperti pesawat ATR untuk terbang di daerah-daerah terpencil.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara mengungkapkan bahwa biaya penerbangan saat ini sudah semakin mahal. Apalagi kebijakan pemerintah yang meminta maskapai menurunkan tarif batas atas (TBA) harga tiket pesawat 15% juga dinilai cukup memberatkan. Oleh sebab itu, Garuda menutup berbagai rute ke daerah terpencil dan penerbangan ke beberapa negara.

Garuda diketahui telah menutup penerbangan ke Belitung, mengurangi penerbangan ke Pulau Morotai, Maumere dan Bima. Selain itu, Garuda pun menutup penerbangan rute Mumbai-Denpasar dan Belitung-Singapura. Penerbangan ke London pun juga terpaksa ditutup usai Lebaran. “Untuk London pasti kita akan tutup karena kita tidak bisa subsidi lagi. Sebelumnya, memang kita buka karena kita masih bisa mensubsidi. Sekarang kita menutup setelah Lebaran,” tandasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *